TERNYATA INDONESIA BELUM MERDEKA!

Setiap tanggal 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan Indonesia. Bendera merah putih berkibar, lagu kebangsaan menggema, dan semangat patriotisme membara di dada. Kita sudah 80 tahun merdeka dari penjajahan fisik, sebuah angka yang cukup dewasa menuju usia 100 tahun. Tapi, pernahkah kita berpikir, apakah kita benar-benar sudah merdeka seutuhnya?

Ternyata, ada satu hal penting yang sering kita lupakan: Merdeka Penglihatan.

Bayangkan, di tengah gegap gempita kemerdekaan, ada jutaan anak Indonesia yang tidak bisa melihat masa depan dengan jernih. Bukan karena pesimis, tapi karena matanya rabun.

Berapa Banyak Anak Indonesia yang Belum Merdeka Penglihatan?

Data dari International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) tahun 2021 memang mengejutkan. Sekitar 165 juta anak di seluruh dunia mengalami rabun jauh (miopia), dan angka ini diperkirakan akan melonjak hingga 275 juta pada tahun 2050.

Indonesia sendiri tidak luput dari masalah ini, sebanyak 3,6 juta anak mengalami kelainan refraksi, dan jumlah ini berpotensi terus meningkat bahkan 3 dari 4 anak dengan kelainan refraksi belum mendapatkan koreksi kacamata. Ini artinya, jutaan anak di seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke, masih berjuang dengan penglihatan buram. Mereka kesulitan belajar di sekolah, membaca buku, atau bahkan melihat wajah guru mereka dengan jelas.

Penyebabnya apa?

Selain daripada gaya hidup yang berubah seiring dengan kemajuan teknologi ternyata ada dua masalah besar yang bikin angka miopia anak di Indonesia melonjak.

  1. Kesadaran Masyarakat 

Ini masalah pertama kita. Di banyak daerah, terutama pedesaan, rabun jauh masih dianggap sepele. Orang tua sering mengira anak mereka malas belajar atau nakal, padahal masalahnya cuma satu: mereka tidak bisa melihat tulisan di papan tulis dengan jelas.

Kebanyakan dari kita juga masih menganggap mata rabun sebagai “hal biasa” atau “sudah takdir”. Padahal, kondisi ini bisa dicegah atau dikoreksi. Sayangnya, karena kurangnya kesadaran, deteksi dini jadi sulit dilakukan.

  1. Akses Layanan Ke Optik

Mau periksa mata, tapi jauh? Biayanya mahal? Nah, ini masalah kedua yang tak kalah penting.

Fasilitas optik yang berkualitas dan tenaga ahli (seperti dokter mata atau ahli optometri) kebanyakan hanya ada di kota-kota besar. Di daerah terpencil, fasilitas ini langka, bahkan tidak ada sama sekali. Alhasil, banyak dari kita yang terpaksa menunda atau mengabaikan kebutuhan mata karena terkendala jarak dan biaya.

Solusinya!

Melihat tantangan ini, Optik Zolaris Hadir. Kami punya misi untuk mewujudkan merdeka penglihatan di Indonesia.

Bagaimana caranya? Dengan Layanan Zolaris Mobile.

Kami siap hadir langsung di desamu. Lewat layanan ini, Zolaris tidak hanya sekadar menjual kacamata, tapi juga memberikan edukasi, konsultasi seputar mata, dan layanan optik lengkap langsung di tempatmu.

Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak merdeka dari penglihatan. Bersama Zolaris, mari kita lihat masa depan Indonesia dengan lebih jelas.

Yuk konsultasikan sekarang disini optikzolaris.com/info/


Posted

in

by

Tags:

Add Your Heading Text Here

[field id="welcome"]
[field id="welcome"]